Sukses Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) SD/MI Tahun 2022, MIN 1 Bantul Ikuti Bimtek Proktor dan Teknisi

Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) merupakan program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar siswa yang mendasar, yaitu: literasi, numerasi, dan karakter, serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Senin (30/05) Bertempat di LPP Garden Hotel Yogyakarta diadakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Dikpora dan Kemenag. Kegiatan ini sebagaimana dikatakan oleh Kadisdikbud dalam sambutannya, yaitu sebagai wahana memperluas wawasan keilmuan juga sebagai bentuk persiapan pelaksanaan ANBK khususnya.

Dalam kesempatan ini yang terdiri dari 170 peserta perwakilan se-Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kota, Seleman, Bantul, Gunungkidul dan kulonprogo) baik dari dikpora ataupun dari kemenag yang berlangsung mulai pukul 08.00 – 13.00. kegiatan dipimpin langsung dari Dinas Dikpora Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pusat Asesmen Pembelajaran. Sesuai surat dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga D.I.Yogyakarta melaluli kepala madrasah menugaskan 1 proktor / teknisi (adib hasbullah) untuk mengikuti kegiatan bimtek tersebut. Adapaun materi yang disampaikan pada kesempatan ini terkait dengan persiapan sampai dengan teknis pelaksanaan, problem-problem dan pengantisipasian problem-problem saat ANBK berlangsung.

Sebagai penutup kembali menegaskan dan memotivasi kepada seluruh peserta untuk terus berkoordinasi dengan Tim Teknis ANBK Tingkat Kab/Kota dan Provinsi, dan jangan sungkan untuk berkonsultasi, termasuk konsultasi lintas jenjang. Hal-hal tersebut perlu dilakukan demi kelancaran pelaksanaan ANBK di Provinsi D.I.Yogyakarta pada umumnya, khususnya di satuan pendidikan masing-masing. Tambahan lagi pungkas acara “dilarang mutung, dilarang kaget, dilarang sakit” pungkas pemateri. (adb)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top